Kisah Asmara Dua Sejoli di Gresik Berakhir di Meja Hijau
0 Komentar 203 pembaca

Kisah Asmara Dua Sejoli di Gresik Berakhir di Meja Hijau

Hukum Kriminal

Gresik, Harian Memo - Jadwal sidang pidana perkara penganiayaan 155/PLD.B/2021/PN GRESIK dengan terdakwa Azrul Ahmaludin kembali digelar, kali ini sidang pada Rabu, 23 Juni 2021dengan agenda menghadirkan 4 saksi, dan 4 saksi tersebut disumpah untuk mengatakan sejujurnya.

Sidang dipimpin oleh Jaksa penuntut, Arga Bramantyo Cahyo Sahertian. S.H.A., dengan nota pembacaan hasil BAP dari Kepolisian Sektor Benjeng beserta alat bukti kasus penganiayaan yang dilakukan terdakwa, melalui sidang Online Muhammad Azrul Ahmaludin.

Melati sebagai saksi pertama (korban) ketika ditanya Hakim di persidangan menuturkan Bahwa tidak merasa curiga kepada Azrul, atas penjemputan di kos-kosanya di daerah Kabupaten Mojokerto berbuntut penganiayaan pada dirinya.

“Kejadian penganiayaan dilakukan tersangka di dalam mobil dipinggir jalan dekat jembatan Medangan-Metatu, Kecamatan Benjeng - Gresik. Selepas dari TRANZ COFFE Dadapkuning - Cerme Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Ajakan Asrul ngopi di Tranz Coffe berharap melati tidak mengakhiri hubungan pacaran (putus sebagai kekasih) sambil Azrul meminta maaf degan cara ngajak ngopi di TRANZ COFFE.

Menurut Melati (Korban) mengatakan bahwa saat Pulang ngafe jam 02.00 di rumah orang tua, saya sudah tidur tinggal ada adik saya dan pulang untuk ambil baju buat balik ke kosan di Mojokerto.

“Akhirnya dalam perjalanan pulang ke kosan, saya diancam agar tidak mengakhiri hubungan berpacaran tapi saya gak mau atau putus saja,” ungkap Hakim Persidangan.

Kemudian sampek jalan Medangan - Metatu mobil di pinggirkan saya di hajar habis-habisan, sampai kepala saya bocor memar di seluruh badan, karena dihajar dengan tangan dan tendangan kaki. Sehingga mata lebam biru dan pelipis robek serta berdarah.

Setelah itu, Lanjut Hakim, Melati (Korban) saya diajak ke rumah dia (Azrul) sampai di rumah dia ketemu sama bundanya dan Asrul bilang sama bundanya agar luka saya di bersihkan.

“Tapi jawaban bundanya "gak mau saya tidak peduli saya bukan babu (pembantu) mu". Akhirnya saya disekap dikamar nya luka saya dibersihkan,” paparnya.

Sampai paginya saat dia (Azrul ) tidur saya ambil Hp nya, saya hubungi teman saya Miftah untuk minta tolong bantuan agar saya bisa dibantu keluar dari rumah Asrul.

Kemudian, Miftah sama teman-temanya akhirnya datang ke rumah Saya bersama adik saya dan polisi (Polsek Benjeng), dan pada pukul 15.30 saya dijemput Polisi di rumah Asrul dan Asrul di bawah ke Polsek Benjeng,” tandasnya.

Sementara, Saksi kedua adalah adik kandung melati memberikan keterangan di persidangan, sama yang disampaikan kakaknya.

Yaitu kakak pulang, mengambil baju kemudian pergi lagi dengan Azrul menggunakan kendaraan roda empat.

Lebih lanjut, Hakim Persidangan menjelaskan, bahwa untuk Saksi ketiga merupakan teman melati yang dihubungi lewat WhatsApp Azrul saat tertidur, Miftah sebutan akrab dari melati menyampaikan kesaksiannya, bahwa dihubungi melati sudah dalam keadaan mata lebam dan berdarah, melati meminta tolong dan bantuannya agar bisa keluar dari rumah Azrul.

Disebabkan habis dipukuli dipinggir jalan di dalam mobil, memukul dengan mengepal secara membabi buta serta menendang dengan kakinya dari jok belakang kemudi mobil.

“Miftah mendengar kabar tersebut langsung datang ke rumah korban dan melapor ke Polsek Benjeng, Keterangan saksi Miftah,” katanya.

Saksi ke empat adalah ibu kandung terdakwa Muhammad Azrul. Ibu kandung Azrul menuturkan bahwa luka-luka melati akibat kecelakaan saat ditanyakan kepada Azrul, saat Melati dibawa ke rumahnya. Ibu kandung Azrul pun mengaminkan kesaksian pertama, kedua, dan ketiga.

“Ibu kandung Azrul juga menyampaikan ke tidak tahuannya atas terjadinya pemukulan Melati hingga kondisinya separah itu. Ibu kandung berpikiran lebih baik kerja dan saat pulang udah lelah kemudian istirahat,” jelas Hakim.

Saat Hakim ketua menanyakan, apakah suami ibu tidak tahu saat melati dibawa pulang oleh anak ibu? Ia menjawab tidak tahu karena tidur, dan tidak mau tahu urusan itu. Jawab ibu kandung Azrul.

Persidangan terdakwa dalam meminta keterangan saksi, terkesan ibu kandung dan keluarganya acuh tak acuh, moral dan hati sebagai perempuan yang teraniaya tertutup. Hingga hakim ketua dan 2 hakim lainnya geleng geleng kepala.

Terakhir Hakim ketua mempertanyakan apakah kesaksian 4 orang yang dihadirkan diamin kan kebenarannya?, 4 saksi dan terdakwa pun meng aamin kan. Sidang akhirnya ditutup dan ditunda minggu depan sebagai sidang lanjutan. (As)

Editor : Eko As

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Author

BOX REDAKSI HARIAN MEMO & KRINDO
Profil BOX REDAKSI HARIAN MEMO & KRINDO

Diterbitkan: PT. KRIDO MEMO SEJAHTERA SURABAYA

Akte Notaris No: S-14408KT/WPJ. 11/KP. 0103/2019 | Gatot Triwaluyo, S.H.

SK Menkumham Nomer AHU: 0026821.AH.01.01.

NPWP: 92.225.727.4-604.000

Direktur Utama: H. Syamsul Arief.

Wakil Direktur: Karsudewo

Komisaris: Dony Dwi Chandra.

Pimpinan Perusahaan: Marini.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: H. Syamsul Arif.

Penasehat Hukum/LBH: David Hulman Sinaga, SH., Adi Sutrisno,SH.,MB

Dewan Penasehat: H. Suhadak.

Dewan Redaksi: Syamsul Arief, Dony Dwi Chandra.

Redaktur Pelaksana: Eko Hidayat, A. Eko Asrory.

Team Investigasi: Supriyanto, Sumarsono, Alvian Tri R.

Korlip Jatim : Iwan.

Wartawanan : Akhmad Hery, Sutikno Arie, ST., Iwan, Yunus, Atik, Nurul Amin, Hafid Mauilidi, Suwarno Ms, Titi Ernawati, Edi Suyanto, Tarno R, Evi Mujiono, Indra, Suyono, Deliyah, Herry Latansa, Selly Dia Agustina, SE., A. Zainuri, ABD Wahid, Tadji, Saifuddin Zuhri Anshori, Yoseph Malo Bili, Yakub Agung, Suhardiman, Munir, Sholichan, Suharjono, Susilo Ani, Suparto, Gugus Suprianto, Tres, Arif Mustofa, Erick Marizta, Maulana Fajar Fadillah, Devika Candra putra, Ahmad Zainul Mustaqim, Freddy, Anwar, Mohammad Hasan, Sugeng Priasto, Edi Purwanto, Umi Kulsum, Parmin, Restu Yanuar Rio, Tri Kusuma Ningrum, Mashad Abidin, Yasin, Ahmad Isa Anshori, Adi Krismanto, Herna Nova Dwi Ariana, Joko Teguh Waluyo.

Staff Redaksi: Sri Kolimah, Friska Alfan Fithroni, Ida Afidatul Aini, Sriasih, Muzayana, Anik, Syairul Rozi, Tisani Shanty.

Keamanan: M. Abdullah, M. Arifin, Rohman.

Design Grafis/Layout: Eko Hidayat, A. Eko Asrory.

Percetakan: Penerbitan Surat Kabar (Berita/isi External Tanggung Percetakan).

Kantor Redaksi: Jl. Veteran 144 - A, Lamongan dan Kantor Hukum, Advokat. David Sinaga & Mesias.

Telp: 081331223339

email: redaksi.harianmemoo@gmail.com

Pedoman Media Cyber: Kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers adalah hak asasi manusia yang dilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB. Keberadaan media siber di Indonesia juga merupakan bagian dari kemerdekaan berpendapat, kemerdekaan berekspresi, dan kemerdekaan pers.

Media siber memiliki karakter khusus sehingga memerlukan pedoman agar pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Untuk itu Dewan Pers bersama organisasi pers, pengelola media siber, dan masyarakat menyusun Pedoman Pemberitaan Media Siber sebagai berikut:

1. Ruang Lingkup

Media Siber adalah segala bentuk media yang menggunakan wahana internet dan melaksanakan kegiatan jurnalistik, serta memenuhi persyaratan Undang-Undang Pers dan Standar Perusahaan Pers yang ditetapkan Dewan Pers. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content) adalah segala isi yang dibuat dan atau dipublikasikan oleh pengguna media siber, antara lain, artikel, gambar, komentar, suara, video dan berbagai bentuk unggahan yang melekat pada media siber, seperti blog, forum, komentar pembaca atau pemirsa, dan bentuk lain.

2. Verifikasi dan keberimbangan berita

a. Pada prinsipnya setiap berita harus melalui verifikasi.

b. Berita yang dapat merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada berita yang sama untuk memenuhi prinsip akurasi dan keberimbangan.

c. Ketentuan dalam butir (a) di atas dikecualikan, dengan syarat:

Berita benar-benar mengandung kepentingan publik yang bersifat mendesak;

Sumber berita yang pertama adalah sumber yang jelas disebutkan identitasnya, kredibel dan kompeten;

Subyek berita yang harus dikonfirmasi tidak diketahui keberadaannya dan atau tidak dapat diwawancarai;

Media memberikan penjelasan kepada pembaca bahwa berita tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut yang diupayakan dalam waktu secepatnya. Penjelasan dimuat pada bagian akhir dari berita yang sama, di dalam kurung dan menggunakan huruf miring.

d. Setelah memuat berita sesuai dengan butir (c), media wajib meneruskan upaya verifikasi, dan setelah verifikasi didapatkan, hasil verifikasi dicantumkan pada berita pemutakhiran (update) dengan tautan pada berita yang belum terverifikasi.

3. Isi Buatan Pengguna (User Generated Content)

a. Media siber wajib mencantumkan syarat dan ketentuan mengenai Isi Buatan Pengguna yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, yang ditempatkan secara terang dan jelas.

b. Media siber mewajibkan setiap pengguna untuk melakukan registrasi keanggotaan dan melakukan proses log-in terlebih dahulu untuk dapat mempublikasikan semua bentuk Isi Buatan Pengguna. Ketentuan mengenai log-in akan diatur lebih lanjut.

c. Dalam registrasi tersebut, media siber mewajibkan pengguna memberi persetujuan tertulis bahwa Isi Buatan Pengguna yang dipublikasikan:

Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul;

Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan;

Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.

d. Media siber memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus Isi Buatan Pengguna yang bertentangan dengan butir (c). Media siber wajib menyediakan mekanisme pengaduan Isi Buatan Pengguna yang dinilai melanggar ketentuan pada butir (c). Mekanisme tersebut harus disediakan di tempat yang dengan mudah dapat diakses pengguna.

e. Media siber wajib menyunting, menghapus, dan melakukan tindakan koreksi setiap Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan dan melanggar ketentuan butir (c), sesegera mungkin secara proporsional selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah pengaduan diterima.

f. Media siber yang telah memenuhi ketentuan pada butir (a), (b), (c), dan (f) tidak dibebani tanggung jawab atas masalah yang ditimbulkan akibat pemuatan isi yang melanggar ketentuan pada butir (c).

g. Media siber bertanggung jawab atas Isi Buatan Pengguna yang dilaporkan bila tidak mengambil tindakan koreksi setelah batas waktu sebagaimana tersebut pada butir (f).

4. Ralat, Koreksi, dan Hak Jawab

a. Ralat, koreksi, dan hak jawab mengacu pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Hak Jawab yang ditetapkan Dewan Pers.

b. Ralat, koreksi dan atau hak jawab wajib ditautkan pada berita yang diralat, dikoreksi atau yang diberi hak jawab.

c. Di setiap berita ralat, koreksi, dan hak jawab wajib dicantumkan waktu pemuatan ralat, koreksi, dan atau hak jawab tersebut.

d. Bila suatu berita media siber tertentu disebarluaskan media siber lain, maka:

Tanggung jawab media siber pembuat berita terbatas pada berita yang dipublikasikan di media siber tersebut atau media siber yang berada di bawah otoritas teknisnya;

Koreksi berita yang dilakukan oleh sebuah media siber, juga harus dilakukan oleh media siber lain yang mengutip berita dari media siber yang dikoreksi itu;

Media yang menyebarluaskan berita dari sebuah media siber dan tidak melakukan koreksi atas berita sesuai yang dilakukan oleh media siber pemilik dan atau pembuat berita tersebut, bertanggung jawab penuh atas semua akibat hukum dari berita yang tidak dikoreksinya itu.

e. Sesuai dengan Undang-Undang Pers, media siber yang tidak melayani hak jawab dapat dijatuhi sanksi hukum pidana denda paling banyak Rp.500.000.000 (Lima ratus juta rupiah).

5. Pencabutan Berita

a. Berita yang sudah dipublikasikan tidak dapat dicabut karena alasan penyensoran dari pihak luar redaksi, kecuali terkait masalah SARA, kesusilaan, masa depan anak, pengalaman traumatik korban atau berdasarkan pertimbangan khusus lain yang ditetapkan Dewan Pers.

b. Media siber lain wajib mengikuti pencabutan kutipan berita dari media asal yang telah dicabut.

c. Pencabutan berita wajib disertai dengan alasan pencabutan dan diumumkan kepada publik.

6. Iklan

Media siber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan.

Setiap berita/artikel/isi yang merupakan iklan dan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan advertorial, iklan, ads, sponsored, atau kata lain yang menjelaskan bahwa berita/artikel/isi tersebut adalah iklan.

7. Hak Cipta

Media siber wajib menghormati hak cipta sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

8. Pencantuman Pedoman

Media siber wajib mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini di medianya secara terang dan jelas.

9. Sengketa

Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Pemberitaan Media Siber ini diselesaikan oleh Dewan Pers.

Jakarta, 3 Februari 2012

(Pedoman ini ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012).

Wartawan Harian Memo dan Staff Redaksi dibekali Tanda Pengenal Press Card dan Namanya Tercantum di Susunan Box Redaksi, Apabila Tidak Terdaftar Bukan Tanggung Jawab Harian Memo.


Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top