Ibu-Ibu Wali Murid dengan Dikawal KBRS Perjuangan Geruduk Kantor DPRD Kota Surabaya
0 Komentar 133 pembaca

Ibu-Ibu Wali Murid dengan Dikawal KBRS Perjuangan Geruduk Kantor DPRD Kota Surabaya

Daerah

Surabaya, Krindomemo.com - Puluhan masyarakat yang terdiri dari ibu-ibu didampingi KBRS Perjuangan Geruduk Kantor DPRD Kota Surabaya, untuk menyampaikan aspirasinya tentang penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan System Zonasi.

Dalam aksi damai yang berlangsung pada Kamis (01/07/20) tersebut, Yanto Banteng selaku Ketua KBRS Perjuangan meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Pendidikan supaya terbuka pada PPDB Tahun 2020.

Ia menilai, System zonasi di tahun ini sangat membingungkan masyarakat, terutama bagi warga tidak mampu yang ada di Kota Surabaya. Hal itu dikarenakan banyak anak-anak Surabaya tidak diterima di sekolah negeri, padahal jarak antar rumah domisili ke sekolahannya kurang lebih 1 kilometer.

“Tolong lebih diteliti lagi System Domisilinya, banyak sebagian besar hanya minta tanda tangan RT/RW agar lokasinya lebih didekatkan di sekolah yang dituju,” ujar Yanto Banteng.

“Satu hal lagi, tolong dibenahi kenapa sampai ada yang namanya jalur Titipan. Mulai dari Titipan partai atau orang berpengaruh. Ambil langkah tegas Dinas Pendidikan Kota Surabaya ini, agar tidak mengurangi jumlah pagu di sekolah,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Hj. Khusnul Khotimah yang menerima suara-suara rakyat Surabaya langsung menampung semua keluhan ketidakpuasan masyarakat terkait penerapan surat keterangan domisili dari RT/RW hingga validasi ke kelurahan.

“Keluhan Anda kami terima dengan senang hati, dan saya berterima kasih sampean melaporkan ke saya, sehingga saya tahu permasalahan Pendidikan yang ada di Surabaya. Sebentar lagi saya beserta Anggota Komisi D dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya akan menampung keluhan sampean. Saya akan memperjuangkan dan mengusahakan walau tidak di SMP Negeri. Sekolah di SMP swasta juga Gratis seperti Negeri,” jelas Khusnul.

Lebih lanjut Ia mengatakan, memang SMP Negeri di Surabaya ini terbatas, hanya ada 63 sekolahan saja. Jadi tidak mungkin bisa menampung kalau lulusan SD minta masuk Sekolah di SMP Negeri semua.

“Namun saya akan mengusahakan SMP swasta di Surabaya juga Gratis dan berkualitas seperti SMP Negeri bagi yang tidak mampu,” janji Ketua Komisi D.

Perlu diketahui, System zonasi yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas dan mewujudkan Tripusat Pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat-red) dengan bersekolah di lingkungan tempat tinggal, ternyata tidak sesuai dengan harapan warga Kota Surabaya.

Maka dari itu, masyarakat Kota Surabaya berharap Pemerintah Kota Surabaya harus lebih tegas dan berani turun ke lapangan guna memverifikasi keakuratan data siswa-siswi yang masuk ke sekolahan negeri, karna Diduga banyak oknum nakal yang memanfaatkan situasi ini untuk meraup keuntungan, baik bagi dirinya sendiri maupun golongan. (Dewo)

Editor : Eko As

Author

BOX REDAKSI HARIAN MEMO & KRINDO
Profil BOX REDAKSI HARIAN MEMO & KRINDO

Diterbitkan: PT. KRIDO MEMO SEJAHTERA SURABAYA

Akte Notaris No: S-14408KT/WPJ. 11/KP. 0103/2019 | Gatot Triwaluyo, S.H.

SK Menkumham Nomer AHU: 0026821.AH.01.01.

NPWP: 92.225.727.4-604.000

Direktur Utama: H. Syamsul Arief.

Wakil Direktur: Karsudewo

Komisaris: Dony Dwi Chandra.

Pimpinan Perusahaan: Marini.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: H. Syamsul Arif.

Penasehat Hukum/LBH: David Hulman Sinaga, SH., Adi Sutrisno,SH.,MB

Dewan Penasehat: H. Suhadak.

Dewan Redaksi: Syamsul Arief, Dony Dwi Chandra.

Redaktur Pelaksana: Eko Hidayat, Ahmad Eko Asrory.

Korlip Jatim: Sutikno Arie, ST, Iwan.

Kabiro Pantura: Anwar.

Kabiro Gresik: Yunus.

Wartawan: Atik, Nurul Amin, Hafid Mauilidi, Suwarno Ms, Abdul Muiz, Titi Ernawati, Mansur, Edi Suyanto, Nuriman,

Kabiro Surabaya: Tarno R.

Wartawan: Evi Mujiono, Deliyah, Herry Latansa, Selly Dia Agustina, SE., Agus Sudrajat, A. Zainuri, ABD Wahid, Tadji, Saifuddin Zuhri Anshori, Ardi Santoso, Amelia Dwi Safitri

Wartawan Kediri: Heru Prasetyo.

Kabiro Tulungagung: Supriyadi.

Wartawan:

Kabiro Kalimantan Selatan (Kalsel): Yoseph Malo Bili.

Wartawan: Yakub Agung, Suhardiman, Indra.

Team Investigasi: Supriyanto, Sumarsono, Alvian Tri R, Kusaini, S.Sos.

Kabiro Lamongan: Sutikno Arie, ST.

Wartawan Lamongan:  Anwar, Akhmad Hery, Munir, Sholichan, Suharjono, Susilo Ani, Suparto, Maulana Fajar Fadillah, Ahmad Zainul Mustaqim.

Staff Redaksi: Sri Kolimah, Kandar, Friska Alfan Fithroni, Ida Afidatul Aini, Sriasih, Nur Sholikha, Muzayana, Anik, Syairul Rozi.

Keamanan: M. Abdullah, M. Arifin, Rohman.

Design Grafis/Layout: Eko Hidayat, Ahmad Eko Asrory.

Percetakan: Penerbitan Surat Kabar (Berita/isi External Tanggung Percetakan).

Kantor Redaksi: Jl. Veteran 144 - A, Lamongan dan Kantor Hukum, Advokat. David Sinaga & Mesias.

Telp: 081331223339/085607937000

email: redaksi.harianmemoo@gmail.com

Wartawan Harian Memo dan Staff Redaksi dibekali Tanda Pengenal Press Card dan Namanya Tercantum di Susunan Box Redaksi, Apabila Tidak Terdaftar Bukan Tanggung Jawab Harian Memo.

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top