Dampak Virus Covid-19 Pada Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
0 Komentar 77 pembaca
Foto/Ket : Ilustrasi

Dampak Virus Covid-19 Pada Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Politik Pemerintahan

Awal mula wabah Covid-19 merupakan virus Corona yang muncul dari Kota Wuhan, China pada 17 November 2019. Virus ini diduga menyebar diantara orang-orang terutama melalui percikan pernapasan yang di hasilkan selama batuk. Selain itu, virus dapat menyebar akibat menyentuh benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang.

Virus ini rentan tertular ketika orang yang menderitanya memiliki gejala, meskipun penyebarannya terjadi sebelum gejala muncul. Tapi tidak bisa dipungkiri manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan, secara tidak langsung penyebaran virus covid-19 semakin pesat, pada Rabu, 01 April 2020 tercatat 198 Negara yang terinfeksi virus Covid-19.

Salah satunya yaitu Indonesia yang terinfeksi virus covid-19, pada 01 April 2020 tercatat 1.677 kasus positif virus corona, 157 meninggal, dan 103 sembuh. Salah satu penyebab virus corona mudah menyebar di Indonesia adalah karena Indonesia merupakan Negara dengan sektor pariwisata yang tinggi.

Sektor pariwisata ini merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia dan memiliki kontribusi devisa terbesar kedua di Indonesia setelah devisa ekspor kelapa sawit.

Sektor pariwisata memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang pada perekonomian Indonesia. Dampak jangka pendeknya dapat dirasakan secara langsung, sedangkan dampak jangka panjangnya dapat dilihat dengan bertambahnya pendapatan nasional, namun dengan adanya Covid-19 semua menjadi berubah.

Sektor pariwisata yang sekarang mengalami penurunan menyebabkan daya tarik pariwisatawan juga turun secara drastis baik turis lokal maupun turis mancanegara, yang otomatis pendapatan dan devisa negara yang dihasilkan dari sektor pariwisata semakin menurun.

Pada 18 Maret 2020 pemerintah mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang memberitahukan, bahwa segala kegiatan di dalam dan di luar ruangan di semua sektor yang terkait pariwisata dan ekonomi kreatif ditunda sementara waktu demi memutus rantai penyebaran virus corona.

Hal ini mengakibatkan sektor pariwisata menjadi lumpuh sementara, sehingga pengangguran semakin bertambah. Karena pariwisata merupakan salah satu wadah yang memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat yang dari luar.

Bukan hanya sektor pariwisata yang mengalami kelumpuhan ini, tetapi para karyawan dari jenis perusahaan lainnya ikut merasakan dampak dari virus Covid-19. Yang dinamakan pekerjaan atau kegiatan yang biasanya dilakukan di luar rumah secara langsung sekarang terpaksa harus dilakukan di rumah. Serta banyak juga karyawan yang di pemberhentian hak kerja (PHK) karena banyak pekerjaan yang tidak memungkinkan untuk dikerjakan di rumah.

Seperti halnya kegiatan produksi yang bergantung pada mesin yang berada di tempat produksi. PHK ini juga dilakukan karena Kurangnya pembelian dari konsumen dan dibatasinya ekspor ke negara tertentu, sehingga akan menghambat ekspor dan mengurangi pendapatan perusahaan, bahkan sampai mengalami kerugian.

Penyebab yang lainnya yaitu, karena kelangkaan bahan baku untuk diproduksi yang diimpor dari negara luar, seperti dari negara Tiongkok sehingga akan menghambat kegiatan industri.

Perusahaan yang berhenti beroperasi dan peningkatan jumlah angka pengangguran dapat menghambat dan mengurangi Produk Domestik Bruto (PDB) serta dapat menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan mengapa tidak mengeluarkan kebijakan lockdown dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter berbeda-beda, budaya berbeda-beda, kedisiplinan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kita tidak memilih jalan itu (lockdown),” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada gubernur se-Indonesia melalui video conference, Selasa, 24 Maret 2020.

“Kebijakan seperti apa semua dari Kemenlu dari Dubes yang ada terus kita pantau setiap hari. Jadi yang paling pas di negara kita physycal distancing, menjaga jarak aman. kalau itu bisa kita lakukan saya yakin kita bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini,” jelas Jokowi.

Jika presiden mengeluarkan kebijakan lockdown maka akan berdampak besar pada pertumbuhan perekonomian Indonesia, hal ini dikarenakan oleh kegiatan perekonomian yang akan berhenti secara besar-besaran. Sebagai gantinya pemerintahan juga harus mengeluarkan kebijakan lainya seperti belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah untuk menekan penyebaran Covid-19.

Sebagai warga yang baik dan patuh terhadap kebijakan pemerintah kita hanya perlu mematuhi kebijakan social distancing dan physical distancing (jaga jarak aman) di rumah saja untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dan perekonomian Indonesia cepat pulih kembali.

Oleh             : Thereza Efriliya N
Mahasiswa : Universitas Muhammadiyah Malang
Jurusan       : Ilmu Pemerintahan
Fakultas      : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Author

BOX REDAKSI HARIAN MEMO & KRINDO
Profil BOX REDAKSI HARIAN MEMO & KRINDO

Diterbitkan: PT. KRIDO MEMO SEJAHTERA SURABAYA

Akte Notaris No: S-14408KT/WPJ. 11/KP. 0103/2019 | Gatot Triwaluyo, S.H.

SK Menkumham Nomer AHU: 0026821.AH.01.01.

NPWP: 92.225.727.4-604.000

Direktur Utama: H. Syamsul Arief.

Wakil Direktur: Karsudewo

Komisaris: Dony Dwi Chandra.

Pimpinan Perusahaan: Marini.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: H. Syamsul Arif.

Penasehat Hukum/LBH: Adi Sutrisno,SH.,MB

Dewan Penasehat: H. Suhadak

Dewan Redaksi: Syamsul Arief, Dony Dwi Chandra.

Redaktur Pelaksana: Eko Hidayat, Ahmad Eko Asrory.

Korlip Jatim: Sutikno Arie, ST, Iwan.

Kabiro Pantura: Anwar.

Kabiro Gresik: Yunus.

Kabiro Surabaya: Tarno R.

Wartawan: Tadji

Kabiro Tulungagung: Supriyadi.

Team Investigasi: Supriyanto, Sumarsono, Alvian Tri R, Kusaini, S.Sos.

Wartawan: Atik, Yunus, Suwarno Ms, Anwar, Abdul Muiz, Titi Ernawati, Akhmad Hery, Munir, Mansur, Edi Suyanto, Nuriman, Amelia Dwi Safitri. Deliyah, Sholichan. Evi Mujiono, Miswanto, Suharjono, Selly Dia Agustina, SE., Agus Sudrajat, A. Zainuri, ABD Wahid, Saifuddin Zuhri Anshori, Ardi Santoso, Susilo Ani, Suparto.

Staff Redaksi: Sri Kolimah, Kandar, Friska Alfan Fithroni, Ida Afidatul Aini, Sriasih, Nur Sholikha, Muzayana, Anik, Syairul Rozi.

Keamanan: M. Abdullah, M. Arifin, Rohman.

Design Grafis/Layout: Eko Hidayat, Ahmad Eko Asrory.

Percetakan: Penerbitan Surat Kabar (Berita/isi External Tanggung Percetakan).

Kantor Redaksi: Jl. Veteran 144 - A, Lamongan dan Kantor Hukum, Advokat. David Sinaga & Mesias.

Telp: 081331223339/085607937000

email: redaksi.harianmemoo@gmail.com

Wartawan Harian Memo dan Staff Redaksi dibekali Tanda Pengenal Press Card dan Namanya Tercantum di Susunan Box Redaksi, Apabila Tidak Terdaftar Bukan Tanggung Jawab Harian Memo.

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top