Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Luruk Kejaksaan Negeri Lamongan
0 Komentar 683 pembaca

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Luruk Kejaksaan Negeri Lamongan

Daerah

Lamongan, Harian Memo - Jumat (18/19) Terkait dengan adanya kasus yag ditangani oleh Kejaksaan Negri Lamongan dianggap tidak jelas/tidak ada kelanjutan. Seperti yang dimaksud Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, sebagai Organisasi Kemahasiswaan yang mempunyai tugas melakukan Agent Control Of Social tidak punya lelah untuk secara trus menerus melakukan Pressure terhadap Negara agar tidak keluar dari koridor yang telah dilakukan.

Sebagai Organisasi yang tidak luput dari gejolak kondisi Sosial ditengah arus pertaruhan eksistensi Negara, PMII selalu memberikan Support kepada Negara untuk tidak lengah dan menyerah terhadap segala macam, baik dari Internal maupun Eksternal.

Salah satu ancaman yang datang dari Internal Negara adalah berjalanya arus kedhaliman di dalam tubuh Instansi Negara, tidak berjalanya Instansi Negara sesuai dengan koridornya. Sehingga dampak yang paling bisa dirasakan oleh warga Negaranya adalah sikap acuh dan tidak percayanya Warga Negara atas keberadaan Instansi Negara.

Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia Lamongan dengan maksud menindak lanjuti upaya dorongan atas sejumlah kasus yang telah disuarakan pada saat hari anti korupsi tahun 2018 kemarin, hari ini datang lagi dan menyuarakan ulang bahwa tindakan kedzaliman tidak bisa dibiarkan oleh Instansi Negara.

Kejaksaan Negeri Lamongan sebagai salah satu Lembaga Penegak Hukum di Kabupaten Lamongan mempunyai tanggung jawab penuh atas Eksistensi Hukum di Lamongan, meminimalisir asumsi bahwa Hukum adalah alat untuk mencekik Warga Negara yang tidak Punya Jabatan, Hukum adalah alat yang menusuk tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Salah satu contoh saja dari sejumlah kasus yang dinilai tidak kunjung mempunyai status Hukum adalah kasus yang melibatkan salah satu mantan Anggota DPRD Lamongan (Mohamad Amir , SE, Mantan Ketua Komisi C), terkait kasus Gratifikasi atau Pemerasan.

Kejaksaan Negeri Lamongan tidak kunjung terlihat ada tindakan konkrit untuk melakukan tindakan kenapa?Sederhananya, jika kejelasan telah melakukan tindakan konkrit, tentu Publik akan menilai berbeda. Namun, faktanya bukan?. Maka tidak menutup asumsi yang berkembang bahwa Kejaksaan Negeri Lamongan tidak berdaya untuk menindaklanjuti proses Hukum yang melibatkan Politisi di Lamongan.

Jika Lembaga penegak Hukum tidak berdaya menindak lanjuti proses Hukum yang melibatkan Politisi, maka benarkah Hukum akan hanya menjadi Komoditi bagi Lembaga terkait?. Tentu bisa iya, bisa tidak, jika alasan Kejaksaan tidak ditemukanya Berkas atas Perkara yang melibatkan salah satu Politis, maka kredibilitas Lembaga Hukum bisa hancur oleh karena kinerjanya tidak benar.

Kenapa?. Bukanlah kerja Lembaga Negara adalah kerja Administratif dan Birokratis?. Tentu tidak bisa dijawab dengan hanya Alibi atau pengalihan kalimat untuk memberikan kepuasan.(Anwar)

Editor : Ahmad Eko Asrory/Syamsul Arief

Author

BOX REDAKSI HARIAN MEMO & KRINDO
Profil BOX REDAKSI HARIAN MEMO & KRINDO

Diterbitkan: PT. KRIDO MEMO SEJAHTERA SURABAYA

Akte Notaris No: S-14408KT/WPJ. 11/KP. 0103/2019 | Gatot Triwaluyo, S.H.

SK Menkumham Nomer AHU: 0026821.AH.01.01.

NPWP: 92.225.727.4-604.000

Direktur Utama: H. Syamsul Arief.

Wakil Direktur: Karsudewo

Komisaris: Dony Dwi Chandra.

Pimpinan Perusahaan: Marini.

Penanggung Jawab/Pemimpin Redaksi: H. Syamsul Arif.

Penasehat Hukum/LBH: David Hulman Sinaga, SH., Adi Sutrisno,SH.,MB

Dewan Penasehat: H. Suhadak.

Dewan Redaksi: Syamsul Arief, Dony Dwi Chandra.

Redaktur Pelaksana: Eko Hidayat, Ahmad Eko Asrory.

Korlip Jatim: Sutikno Arie, ST, Iwan.

Kabiro Pantura: Anwar.

Kabiro Gresik: Yunus.

Wartawan: Atik, Nurul Amin, Hafid Mauilidi, Suwarno Ms, Abdul Muiz, Titi Ernawati, Mansur, Edi Suyanto, Nuriman,

Kabiro Surabaya: Tarno R.

Wartawan: Evi Mujiono, Deliyah, Herry Latansa, Selly Dia Agustina, SE., Agus Sudrajat, A. Zainuri, ABD Wahid, Tadji, Saifuddin Zuhri Anshori, Ardi Santoso, Amelia Dwi Safitri

Wartawan Kediri: Heru Prasetyo.

Kabiro Tulungagung: Supriyadi.

Wartawan:

Kabiro Kalimantan Selatan (Kalsel): Yoseph Malo Bili.

Wartawan: Yakub Agung, Suhardiman, Indra.

Team Investigasi: Supriyanto, Sumarsono, Alvian Tri R, Kusaini, S.Sos.

Kabiro Lamongan: Sutikno Arie, ST.

Wartawan Lamongan:  Anwar, Akhmad Hery, Munir, Sholichan, Suharjono, Susilo Ani, Suparto, Maulana Fajar Fadillah, Ahmad Zainul Mustaqim.

Staff Redaksi: Sri Kolimah, Kandar, Friska Alfan Fithroni, Ida Afidatul Aini, Sriasih, Nur Sholikha, Muzayana, Anik, Syairul Rozi.

Keamanan: M. Abdullah, M. Arifin, Rohman.

Design Grafis/Layout: Eko Hidayat, Ahmad Eko Asrory.

Percetakan: Penerbitan Surat Kabar (Berita/isi External Tanggung Percetakan).

Kantor Redaksi: Jl. Veteran 144 - A, Lamongan dan Kantor Hukum, Advokat. David Sinaga & Mesias.

Telp: 081331223339/085607937000

email: redaksi.harianmemoo@gmail.com

Wartawan Harian Memo dan Staff Redaksi dibekali Tanda Pengenal Press Card dan Namanya Tercantum di Susunan Box Redaksi, Apabila Tidak Terdaftar Bukan Tanggung Jawab Harian Memo.

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Back to Top